Showing posts with label hati. Show all posts
Showing posts with label hati. Show all posts

November 27, 2017

Semoga-ku

Dalam degup yang gugup
Semoga-ku tak kunjung redup

Dalam pinta tanpa jeda
Semoga-ku tetap sama

Diantara ingin dan takdir
Semoga-ku tiada akhir


Tuhan yang baik memang selalu mendengar setiap bisik
Atau, doaku terlalu berisik? :)



February 09, 2017

Bittersweet



There must be a better after bitter, darling

Keep waiting -even while thee are dying

Draw a smile in every leaves of thy life

Till thy lips feel in rive

There must be a hurt before heart, darling

Don't be mad, God is meddling

Hold those gold tears

And leave a kiss in a wish

July 29, 2016

Tertusuk Duri Sendiri


Menghitung setiap pinta yang jadi nyata.


Seperti berteriak, menghujat. Lalu terjerat dalam umpat.


Atau lari, sembunyi. Lalu tersesat hingga berkarat.


Atau bahkan hanya diam, bertahan. Lalu menunggu tapi keliru.

June 29, 2016

Purnama Bulan Juni

"Is there something in the sky?" tanya Rey.
Demi melihat kerutkeningnya, aku tersenyum berbisik "Ada yang cantik."

Sedari tadi, aku tak memerhatikan pijakan kakiku, tak mengacuhkan leherku yang mulai terasa kaku, bahkan pria di sampingku kubiarkan menggerutu.


Langitnya cantik. Purnama menggantung sempurna, sesekali sembunyi di balik mega. Tampak meraja di tengah langit yang kebetulan benar-benar gulita. Aku penasaran, apa jadinya jika purnama terjadi di senja hari?

Eh, jangan!

Sepertinya aku faham. Takaran Tuhan dalam membagi keindahan sudah benar adanya. Tepat waktunya. Dan....

"Rey, would you be my dawny?"
"Ha?!" .....

March 01, 2016

Summary February

These fates never seem by my side
Even I try to keep going straight
It was always ended by lost around its wild
And again, I just being dumb hoping everything going right

I barely ever stop asking as a foolish cad
Why should it be so sad?
Why is there something called mad?
Why do I lose of thankfulness for anything I've ever had?

Image result for abstract art
But in the end, my dearest God....

February 11, 2016

Summary January

 
 
Kala itu, dari sini, akhir januari tampak lembab. Aku terjembab di ujung kalimat :
 
"Bahagiamu mahal sekali, sampai langit harus menangis."
 
Image result for hujan
 
Aku sempat berkerut kening, hingga :
 
Bahkan jika benar-benar mahal, bukankah bahagia itu sederhana?
 
Sederhana, sesuai selera.
 
Lantas, boleh aku berbisik : mungkin seleraku memang mahal?!

October 12, 2015

R.A.S.U.K


Dear 'Teh Risa', saya izin re-type sedikit karya-mu.
I don't even know, kenapa suka banget sama prolog ini...
I do feel every phrases, bahkan mungkin tiap syllable-nya.

Prolog

Dari sekian banyak garis hidup manusia yang Kau gambarkan, mengapa harus garis hidupku yang Kau buat berliku? Mengapa tak Kau buat lurus saja? Mungkin tanganMu tak akan terlalu pegal jika dibandingkan harus membuat garis-garis itu jadi sembarang.

Hidupku begitu semrawut! Aku kerapkali mengutuknya. Kau pasti bosan mendengar hatiku menjerit mencakar setiap relung dalam benak. Mereka bilang Kau pasti mendengarnya. Betul begitu?

July 21, 2015

masalah.

aku tak punya ruang untukmu

yang sudi selalu hampiriku

waktuku sempit

kau tersenyum mencekik

kupeluk kau dalam sakit

June 23, 2014

Penipu


bergeming
menatap lurus sepotong cermin

mengingat tingkahmu
tak kunjung sendu
cemburu
aku selalu biru
menyapa hatimu
merasuk lewat celah matamu
ada yang salah
sedih yang tak kunjung sudah
keluh yang tak kunjung kalah
bunyi yang terkunci dalam sepi

takzim,
ini tak lazim
duhai daku,
ajaibnya lensa matamu
sempurna refleksikan bayangan semu
semua retina tertipu

April 10, 2014

Benang Merah II

Separuh dari akal sehatku berfikir kau...
Ah, aku lupa. Saat memikirkanmu aku merasa kehilangan akal sehatku. Gila? Bukan. Aku bilang "separuh" jadi masih ada sisa akal sehatku yang dengan sadar mengeja namamu.
Sebelum otakku bosan akan senyummu, tatapanmu, tutur katamu, dan segala hal tentang kamu, ada baiknya aku sudahi imaji hari ini.
Tapi...
Hati masih saja tak mau memberikan kerjasama untuk (sejenak) melupakanmu.
Apalagi dibantu airmata tuhan yang menawarkan kesempatan "bersenang-senang dengan kenangan."




****

March 26, 2014

satu waktu

disebrang sini,
rerupa rasa berkecimpung dalam satu embusan nafas.
disebrang sana,
rerupa paras bergantian dalam satu kedipan mata.
disebrang sini,
kutaruh segala bunyi yang terkunci,
yang tak jarang kuungkap lewat airmata dan doa.
hati...

August 06, 2013

Lantas, Bagaimana?

Yang kutau, waktu aku lagi deket kamu atau setidaknya lamunanku tertuju padamu.
Otakku menghasilkan dopamin yang sekian kali lebih banyak.
Entah bagaimana reaksinya, aku bahagia.
Jantungku berirama lambat-cepat-lambat-cepat.
Mungkin norepinephrin dalam tubuhku bekerja lebih optimal.
Begitupun dengan feromon dan oksitoksin.
Mereka bekerja sama, sampai ada perasaan aneh menggelikan dan tak mampu kutahan.

August 05, 2013

Yang Sangat Kamu




Malam ini alangkah bintang, sayang.
Bukankah aku sudah bilang?
Aku jatuh hati kepada kamu yang sangat kamu.
Ceritakan padaku, lewat matamu yang sayu, pun kamu begitu.

November 18, 2012

Obituary


Dulu aku lihat dari surga sosok pria cukup tampan sedang berbincang dengan gadis manis. Aku fikir mereka sepasang insan yang berusaha menjadi 'Adam dan Hawa'. Tapi semakin daun telingaku melebar, aku dengar kalimat 'tolong sampaikan ini padanya' dan 'baiklah, semoga kalian cepat menikah'.
Hmm, rupanya aku salah telak. Gadis itu bukan 'hawa' nya.
Aku tidak tertarik untuk memerhatikan mereka lagi.
Masih dulu.
Aku masih di nirwana juga. Mataku dimanjakan oleh ratusan pasang mata yang memberi selamat kepada sepasang senyum. Aku ikut tersenyum, padahal aku tak mengenal si empunya senyum itu. Aku hanya pernah melihat mereka. Iya, mereka itu yang dulu aku dengar perbincangannya. Entah mengapa, aku ingin mereka bahagia.




June 30, 2012

Aku, Dara Tak Bersayap


Malam ini kelam.
Aku menyeret langkah, menghela nafas, menjamah buku usang yang biasa menjadi pengaduan. Detak dan detik terdengar tak seirama, memilih ritme sesuai kehendak mereka. Tak ada denting yang lain.
Malam ini sunyi.
Halusinasi mulai bermain, berlarian tak beraturan. Imajinasi mulai berkeliaran, bayang-bayang bergantian sampai pada satu siluet yang begitu menawan, bukan tampan tapi rupawan.


Seperti sirkus yang dihentikan, fikiranku terpaku. Terdiam. Sungguh aku tak hendak mengingatnya malam ini. Tapi malam memang ruang penuh bintang yang menawarkan ketenangan hingga aku merasa aman, nyaman dan terpancing memutar perjalanan.

Perjalanan? Apa pula yang sudah ku jalani?


June 28, 2012

Dari Ungu untuk Biru tanpa Kelabu


Setiap episode yang tuhan tentukan pasti memiliki makna, jika tidak sekarang mungkin esok, lusa atau nanti pasti kau temui makna dibalik kehendaknya.
Begitulah kehidupan.
Memang sudah dirancang, tinggal bagaimana kita membangunnya, menghiasnya hingga menikmati hasilnya.

Teori itu benar-benar nyata, bukan sekedar fatamorgana.
Sekarang, apa kau mengerti?


June 09, 2012

Di Balik Bilik Perbedaan

Senja
Lembayung tipis
Sepi bersuara
Waktu dimana siang membiarkan mentari kembali ke peraduan
Hujan
Gemercik berirama
Dingin yang hangat
Waktu dimana langit membiarkan laut berbagi kepada bumi
Mereka berbeda
Yang satu begitu teratur dan yang satunya tak tentu
Lantas tuhan membencinya?
Tidak, kan?

Hilang


Bulan disaat pagi datang menjemput bumi
Hujan disaat ilahi memintanya tuk berhenti
Kembang disaat musim memintanya tak bersemi
Hilang

Sesuatu yang menghilang tidak begitu berharga ketika kau tidak menyadarinya
Dan kau tau?
Kau berharga dan aku menyadarinya
Maka hati menjadi saksi betapa tidak inginnya aku kehilanganmu sedetik saja
Apa kau menyadarinya?
Tidak!


April 29, 2012

Karena Naluriku


menyukai hal yang kau suka
 -dan aku membencinya-
 
membenci hal yg kau benci 
 -dan aku menyukainya-

serius!!
bukan karena aku lelah,
tapi karena aku tak sanggup berucap berulang kali

jangan khawatir,
kau tetap satu-satunya yang kubiarkan bertahta disinggasana sukma
 
bukan untukmu
hanya saja untuk kita
bukan karenamu
hanya karena naluriku perlu begitu