Showing posts with label hujan. Show all posts
Showing posts with label hujan. Show all posts

November 27, 2017

Semoga-ku

Dalam degup yang gugup
Semoga-ku tak kunjung redup

Dalam pinta tanpa jeda
Semoga-ku tetap sama

Diantara ingin dan takdir
Semoga-ku tiada akhir


Tuhan yang baik memang selalu mendengar setiap bisik
Atau, doaku terlalu berisik? :)



February 09, 2017

Bittersweet



There must be a better after bitter, darling

Keep waiting -even while thee are dying

Draw a smile in every leaves of thy life

Till thy lips feel in rive

There must be a hurt before heart, darling

Don't be mad, God is meddling

Hold those gold tears

And leave a kiss in a wish

July 29, 2016

Tertusuk Duri Sendiri


Menghitung setiap pinta yang jadi nyata.


Seperti berteriak, menghujat. Lalu terjerat dalam umpat.


Atau lari, sembunyi. Lalu tersesat hingga berkarat.


Atau bahkan hanya diam, bertahan. Lalu menunggu tapi keliru.

March 01, 2016

Summary February

These fates never seem by my side
Even I try to keep going straight
It was always ended by lost around its wild
And again, I just being dumb hoping everything going right

I barely ever stop asking as a foolish cad
Why should it be so sad?
Why is there something called mad?
Why do I lose of thankfulness for anything I've ever had?

Image result for abstract art
But in the end, my dearest God....

February 15, 2016

Belum Ma(mp)u

 
Akhir-akhir ini langit seringkali tampak cantik. Kalau ada yang bilang menatap langit seperti menatap cermin, aku kurang setuju. Pasalnya, segelap apapun awan di langit, tetap saja tampak menarik. Sementara menatap cermin (?) --- bahkan ketika aku mati-matian melukis paras tetap saja terlihat , emm apa ya?! Eh, kok gak bersyukur.
 
Akhir-akhir ini juga, ada perasaan aneh terselip disetiap lamunanku. Seperti bait-bait sajak penuh metafora. Sulit kuartikan perkata. Sulit kuceritakan pada siapapun termasuk kamu, yang jelas kata pertama sepertinya berarti "aku terlalu takut" ---kehilanganmu.
 
 
Aku mulai faham langkahku sedikit salah arah, mungkin benar-benar salah. Terlebih setelah melihat banyak teman-temanmu berubah begitu baik, ke arah-Nya. Tapi sungguh, muskil sekali berbalik, atau menuju arah yang tepat. Sekali lagi, aku takut. 
 
 
Aku terlalu takut untuk memulai membiasakan hal-hal yang benar. Maksudku, yang seharusnya. Mungkin karena aku terlalu "mem-benarkan" kebiasaan. Atau mungkin aku takut memulainya sendirian. Emmm, jadi.... maksudku.... maukah kamu...?

February 11, 2016

Summary January

 
 
Kala itu, dari sini, akhir januari tampak lembab. Aku terjembab di ujung kalimat :
 
"Bahagiamu mahal sekali, sampai langit harus menangis."
 
Image result for hujan
 
Aku sempat berkerut kening, hingga :
 
Bahkan jika benar-benar mahal, bukankah bahagia itu sederhana?
 
Sederhana, sesuai selera.
 
Lantas, boleh aku berbisik : mungkin seleraku memang mahal?!

September 20, 2015

a.k.s.i.o.m.a

Entah untuk keberapa kalinya...

Duduk sendiri di sisi kiri kursi bis yang sepi. Menerawang seperti mencari sesuatu yang tak pernah Tuhan ciptakan. Menatap kerlip lampu jalanan, bahkan sesekali menangkap sosok yang mungkin hanya ilusi-ku---tapi bukan tak mungkin ia benar-benar ada. Yang ada tak mesti kasat mata, kan? Seperti... pernahkah kau dapati O2 dalam entitas yang nyata?

Tanpa ragu aku membiarkan ia berlarian di labirin imajinasiku. Menuntunnya masuk ke dalam otakku yang tak lelah menyusuri tiap jengkal kenangan. Ah iya, apa hari kemarin sudah termasuk kenangan? Apapun itu, sesuatu yang menyenangkan selalu kusimpan.

Terlebih kemarin malam. Diam-diam mataku tak henti mencuri arti gelagat mereka, berusaha membaca keadaan, tapi tetap larut dalam gelak tawa yang sudah sejak lama tak kudengar. Dengan sedikit terbata, hatiku menerka-nerka “Sebenarnya siapa mereka?”.


*****

Rachel...

September 07, 2015

I z i n k a n - k u M e m a r a h i - M u

Tuhan yang baik, jika aku boleh marah. Izinkan sekali saja. Jangan terlalu banyak. Aku takut tamak. Lagipula tak ada yang perlu aku jadikan amarah.

August 24, 2015

Di Kota-mu

Selangkah kau mendekat
Setiaku tercekat
Duhai mega, kau tertinggal dalam khayal
Bahkan senja yang memukau menguap menjadi kau 

August 13, 2015

Teman Lama

Suatu waktu yang lalu, senja bertemu awan biru
Dengan paradigma kekinian, mereka bercengkrama tentang tuhan

July 21, 2015

masalah.

aku tak punya ruang untukmu

yang sudi selalu hampiriku

waktuku sempit

kau tersenyum mencekik

kupeluk kau dalam sakit

December 23, 2014

Ulang Tahun

Selamat malam pria paling tampan.

Kabar baik, kan?

Harusnya hari ini ulang tahun ke berapa?

Kalau aku kirim "selamat", sampaikah ke akhirat?

December 21, 2014

Membeku, kaku.

jika aku tak pernah marah
mestinya ada yang salah

jika aku tak pernah menangis
mestinya kau tanya pada gerimis

jika aku selalu rindu
mestinya kau salahkan dirimu


aku selalu marah dalam tangis dan rindu,

d.r.a.m.a

terkadang hidup terlalu drama
skenarionya tak terduga
terlalu banyak yang ber-improve
tanpa ba-bi-bu
terburu-buru.

hidup itu pilihan-atau memilih?
siapa menanam apa
apa pula yang disemai siapa
meski terkadang

December 11, 2014

Post Script

It's not about who you spend the most time with, but about who you have the most memories with.

I got it in you.

I've taken pray to Allah, but i've been afraid. I'm not good girl, there's so much nightmare that Allah ignored mine.

My dearest,
Have you felt warm, there?
I just can make a little pray may Allah bless you as always, as you did to me.
And dear, take care of me wherever you are, thanks fo leading me. I love to miss you every moment.

With heart,

Your Oldest.

June 23, 2014

Penipu


bergeming
menatap lurus sepotong cermin

mengingat tingkahmu
tak kunjung sendu
cemburu
aku selalu biru
menyapa hatimu
merasuk lewat celah matamu
ada yang salah
sedih yang tak kunjung sudah
keluh yang tak kunjung kalah
bunyi yang terkunci dalam sepi

takzim,
ini tak lazim
duhai daku,
ajaibnya lensa matamu
sempurna refleksikan bayangan semu
semua retina tertipu

April 10, 2014

Benang Merah II

Separuh dari akal sehatku berfikir kau...
Ah, aku lupa. Saat memikirkanmu aku merasa kehilangan akal sehatku. Gila? Bukan. Aku bilang "separuh" jadi masih ada sisa akal sehatku yang dengan sadar mengeja namamu.
Sebelum otakku bosan akan senyummu, tatapanmu, tutur katamu, dan segala hal tentang kamu, ada baiknya aku sudahi imaji hari ini.
Tapi...
Hati masih saja tak mau memberikan kerjasama untuk (sejenak) melupakanmu.
Apalagi dibantu airmata tuhan yang menawarkan kesempatan "bersenang-senang dengan kenangan."




****

March 26, 2014

satu waktu

disebrang sini,
rerupa rasa berkecimpung dalam satu embusan nafas.
disebrang sana,
rerupa paras bergantian dalam satu kedipan mata.
disebrang sini,
kutaruh segala bunyi yang terkunci,
yang tak jarang kuungkap lewat airmata dan doa.
hati...

August 06, 2013

Lantas, Bagaimana?

Yang kutau, waktu aku lagi deket kamu atau setidaknya lamunanku tertuju padamu.
Otakku menghasilkan dopamin yang sekian kali lebih banyak.
Entah bagaimana reaksinya, aku bahagia.
Jantungku berirama lambat-cepat-lambat-cepat.
Mungkin norepinephrin dalam tubuhku bekerja lebih optimal.
Begitupun dengan feromon dan oksitoksin.
Mereka bekerja sama, sampai ada perasaan aneh menggelikan dan tak mampu kutahan.