Showing posts with label malam. Show all posts
Showing posts with label malam. Show all posts

February 09, 2017

Bittersweet



There must be a better after bitter, darling

Keep waiting -even while thee are dying

Draw a smile in every leaves of thy life

Till thy lips feel in rive

There must be a hurt before heart, darling

Don't be mad, God is meddling

Hold those gold tears

And leave a kiss in a wish

July 29, 2016

Tertusuk Duri Sendiri


Menghitung setiap pinta yang jadi nyata.


Seperti berteriak, menghujat. Lalu terjerat dalam umpat.


Atau lari, sembunyi. Lalu tersesat hingga berkarat.


Atau bahkan hanya diam, bertahan. Lalu menunggu tapi keliru.

June 29, 2016

Purnama Bulan Juni

"Is there something in the sky?" tanya Rey.
Demi melihat kerutkeningnya, aku tersenyum berbisik "Ada yang cantik."

Sedari tadi, aku tak memerhatikan pijakan kakiku, tak mengacuhkan leherku yang mulai terasa kaku, bahkan pria di sampingku kubiarkan menggerutu.


Langitnya cantik. Purnama menggantung sempurna, sesekali sembunyi di balik mega. Tampak meraja di tengah langit yang kebetulan benar-benar gulita. Aku penasaran, apa jadinya jika purnama terjadi di senja hari?

Eh, jangan!

Sepertinya aku faham. Takaran Tuhan dalam membagi keindahan sudah benar adanya. Tepat waktunya. Dan....

"Rey, would you be my dawny?"
"Ha?!" .....

February 15, 2016

Belum Ma(mp)u

 
Akhir-akhir ini langit seringkali tampak cantik. Kalau ada yang bilang menatap langit seperti menatap cermin, aku kurang setuju. Pasalnya, segelap apapun awan di langit, tetap saja tampak menarik. Sementara menatap cermin (?) --- bahkan ketika aku mati-matian melukis paras tetap saja terlihat , emm apa ya?! Eh, kok gak bersyukur.
 
Akhir-akhir ini juga, ada perasaan aneh terselip disetiap lamunanku. Seperti bait-bait sajak penuh metafora. Sulit kuartikan perkata. Sulit kuceritakan pada siapapun termasuk kamu, yang jelas kata pertama sepertinya berarti "aku terlalu takut" ---kehilanganmu.
 
 
Aku mulai faham langkahku sedikit salah arah, mungkin benar-benar salah. Terlebih setelah melihat banyak teman-temanmu berubah begitu baik, ke arah-Nya. Tapi sungguh, muskil sekali berbalik, atau menuju arah yang tepat. Sekali lagi, aku takut. 
 
 
Aku terlalu takut untuk memulai membiasakan hal-hal yang benar. Maksudku, yang seharusnya. Mungkin karena aku terlalu "mem-benarkan" kebiasaan. Atau mungkin aku takut memulainya sendirian. Emmm, jadi.... maksudku.... maukah kamu...?

February 11, 2016

Summary January

 
 
Kala itu, dari sini, akhir januari tampak lembab. Aku terjembab di ujung kalimat :
 
"Bahagiamu mahal sekali, sampai langit harus menangis."
 
Image result for hujan
 
Aku sempat berkerut kening, hingga :
 
Bahkan jika benar-benar mahal, bukankah bahagia itu sederhana?
 
Sederhana, sesuai selera.
 
Lantas, boleh aku berbisik : mungkin seleraku memang mahal?!

October 12, 2015

R.A.S.U.K


Dear 'Teh Risa', saya izin re-type sedikit karya-mu.
I don't even know, kenapa suka banget sama prolog ini...
I do feel every phrases, bahkan mungkin tiap syllable-nya.

Prolog

Dari sekian banyak garis hidup manusia yang Kau gambarkan, mengapa harus garis hidupku yang Kau buat berliku? Mengapa tak Kau buat lurus saja? Mungkin tanganMu tak akan terlalu pegal jika dibandingkan harus membuat garis-garis itu jadi sembarang.

Hidupku begitu semrawut! Aku kerapkali mengutuknya. Kau pasti bosan mendengar hatiku menjerit mencakar setiap relung dalam benak. Mereka bilang Kau pasti mendengarnya. Betul begitu?

September 20, 2015

a.k.s.i.o.m.a

Entah untuk keberapa kalinya...

Duduk sendiri di sisi kiri kursi bis yang sepi. Menerawang seperti mencari sesuatu yang tak pernah Tuhan ciptakan. Menatap kerlip lampu jalanan, bahkan sesekali menangkap sosok yang mungkin hanya ilusi-ku---tapi bukan tak mungkin ia benar-benar ada. Yang ada tak mesti kasat mata, kan? Seperti... pernahkah kau dapati O2 dalam entitas yang nyata?

Tanpa ragu aku membiarkan ia berlarian di labirin imajinasiku. Menuntunnya masuk ke dalam otakku yang tak lelah menyusuri tiap jengkal kenangan. Ah iya, apa hari kemarin sudah termasuk kenangan? Apapun itu, sesuatu yang menyenangkan selalu kusimpan.

Terlebih kemarin malam. Diam-diam mataku tak henti mencuri arti gelagat mereka, berusaha membaca keadaan, tapi tetap larut dalam gelak tawa yang sudah sejak lama tak kudengar. Dengan sedikit terbata, hatiku menerka-nerka “Sebenarnya siapa mereka?”.


*****

Rachel...

September 07, 2015

I z i n k a n - k u M e m a r a h i - M u

Tuhan yang baik, jika aku boleh marah. Izinkan sekali saja. Jangan terlalu banyak. Aku takut tamak. Lagipula tak ada yang perlu aku jadikan amarah.

August 13, 2015

Teman Lama

Suatu waktu yang lalu, senja bertemu awan biru
Dengan paradigma kekinian, mereka bercengkrama tentang tuhan

July 21, 2015

masalah.

aku tak punya ruang untukmu

yang sudi selalu hampiriku

waktuku sempit

kau tersenyum mencekik

kupeluk kau dalam sakit

March 17, 2015

Sajak Senja

Aku senja-mu
Sedari dulu
Kau pandang lekat--sesaat 

Sebelum malam memikat kau lebih erat.


December 23, 2014

Ulang Tahun

Selamat malam pria paling tampan.

Kabar baik, kan?

Harusnya hari ini ulang tahun ke berapa?

Kalau aku kirim "selamat", sampaikah ke akhirat?

December 21, 2014

Membeku, kaku.

jika aku tak pernah marah
mestinya ada yang salah

jika aku tak pernah menangis
mestinya kau tanya pada gerimis

jika aku selalu rindu
mestinya kau salahkan dirimu


aku selalu marah dalam tangis dan rindu,

December 11, 2014

Post Script

It's not about who you spend the most time with, but about who you have the most memories with.

I got it in you.

I've taken pray to Allah, but i've been afraid. I'm not good girl, there's so much nightmare that Allah ignored mine.

My dearest,
Have you felt warm, there?
I just can make a little pray may Allah bless you as always, as you did to me.
And dear, take care of me wherever you are, thanks fo leading me. I love to miss you every moment.

With heart,

Your Oldest.

April 10, 2014

Benang Merah II

Separuh dari akal sehatku berfikir kau...
Ah, aku lupa. Saat memikirkanmu aku merasa kehilangan akal sehatku. Gila? Bukan. Aku bilang "separuh" jadi masih ada sisa akal sehatku yang dengan sadar mengeja namamu.
Sebelum otakku bosan akan senyummu, tatapanmu, tutur katamu, dan segala hal tentang kamu, ada baiknya aku sudahi imaji hari ini.
Tapi...
Hati masih saja tak mau memberikan kerjasama untuk (sejenak) melupakanmu.
Apalagi dibantu airmata tuhan yang menawarkan kesempatan "bersenang-senang dengan kenangan."




****

April 06, 2014

Benang Merah

*di waktu indonesia bagian kamarku, kenangan-kenangan itu seperti mozaik tak beraturan.*
Gelombang udara tak sengaja membiarkan matamu menusuk kedalam retinaku.
Lalu otakku terlalu naif untuk segera memberikan perintah : "berkedip!"
Seperti ada ratusan kupu-kupu liar mengepakkan sayap di perutku, aku mual berlama-lama dalam situasi seperti itu.
-tapi diam-diam aku mengagumi teduh matamu-
Adapula saat jemarimu memiliki energi potensial yang cukup tinggi untuk jatuh tak jauh dari lenganku, atau bahkan tepat diatasnya.
Saat itu terjadi, seperti ada energi panas mengalir dari ujung rambut hingga ujung kakiku, rasanya menggelikan, seperti tersengat listrik bertegangan sangat rendah.
-tapi diam-diam aku menikmati lembut jemarimu-
Itu hanya beberapa kasus yang sering terjadi pada syaraf-syaraf motorik di tubuhku,

March 26, 2014

satu waktu

disebrang sini,
rerupa rasa berkecimpung dalam satu embusan nafas.
disebrang sana,
rerupa paras bergantian dalam satu kedipan mata.
disebrang sini,
kutaruh segala bunyi yang terkunci,
yang tak jarang kuungkap lewat airmata dan doa.
hati...

August 10, 2013

Fly Me to The Moon

Malem ini, gak tau settingan apa yang salah, yang jelas aku gak berenti mikirin kamu. Mungkin ada settingan "always think about you" yang ke-ceklis.
Yah, aku rindu lagi.

Fly me to the moon
Let me play among the stars
Let me see what spring is like
On a-Jupiter and Mars
In other words, hold my hand
In other words, baby, kiss me
Fill my heart with song
And let me sing for ever more
You are all I long for
All I worship and adore
In other words, please be true
In other words, I love you...
Kapan-kapan aku nyanyiin lagu ini deh, gak bagus juga gak apa-apa laah, at least setara mbak Ralline Shah :p

August 09, 2013

Lalu, Selalu Lalu!




 Lalu, selalu saja ada saat dimana hanya dentingan jarum jam di tanganku, desahan nafas kita yang beradu, atau bahkan semua bunyi benar-benar terkunci.
Lalu, semua berlalu tanpa satu-dua-tiga.
Selalu lalu, sampai beku bisu kembali bernada.
Agustus malam, 9-13

August 06, 2013

Lantas, Bagaimana?

Yang kutau, waktu aku lagi deket kamu atau setidaknya lamunanku tertuju padamu.
Otakku menghasilkan dopamin yang sekian kali lebih banyak.
Entah bagaimana reaksinya, aku bahagia.
Jantungku berirama lambat-cepat-lambat-cepat.
Mungkin norepinephrin dalam tubuhku bekerja lebih optimal.
Begitupun dengan feromon dan oksitoksin.
Mereka bekerja sama, sampai ada perasaan aneh menggelikan dan tak mampu kutahan.