Showing posts with label cappucino. Show all posts
Showing posts with label cappucino. Show all posts

February 09, 2017

Bittersweet



There must be a better after bitter, darling

Keep waiting -even while thee are dying

Draw a smile in every leaves of thy life

Till thy lips feel in rive

There must be a hurt before heart, darling

Don't be mad, God is meddling

Hold those gold tears

And leave a kiss in a wish

February 15, 2016

Belum Ma(mp)u

 
Akhir-akhir ini langit seringkali tampak cantik. Kalau ada yang bilang menatap langit seperti menatap cermin, aku kurang setuju. Pasalnya, segelap apapun awan di langit, tetap saja tampak menarik. Sementara menatap cermin (?) --- bahkan ketika aku mati-matian melukis paras tetap saja terlihat , emm apa ya?! Eh, kok gak bersyukur.
 
Akhir-akhir ini juga, ada perasaan aneh terselip disetiap lamunanku. Seperti bait-bait sajak penuh metafora. Sulit kuartikan perkata. Sulit kuceritakan pada siapapun termasuk kamu, yang jelas kata pertama sepertinya berarti "aku terlalu takut" ---kehilanganmu.
 
 
Aku mulai faham langkahku sedikit salah arah, mungkin benar-benar salah. Terlebih setelah melihat banyak teman-temanmu berubah begitu baik, ke arah-Nya. Tapi sungguh, muskil sekali berbalik, atau menuju arah yang tepat. Sekali lagi, aku takut. 
 
 
Aku terlalu takut untuk memulai membiasakan hal-hal yang benar. Maksudku, yang seharusnya. Mungkin karena aku terlalu "mem-benarkan" kebiasaan. Atau mungkin aku takut memulainya sendirian. Emmm, jadi.... maksudku.... maukah kamu...?

February 11, 2016

Summary January

 
 
Kala itu, dari sini, akhir januari tampak lembab. Aku terjembab di ujung kalimat :
 
"Bahagiamu mahal sekali, sampai langit harus menangis."
 
Image result for hujan
 
Aku sempat berkerut kening, hingga :
 
Bahkan jika benar-benar mahal, bukankah bahagia itu sederhana?
 
Sederhana, sesuai selera.
 
Lantas, boleh aku berbisik : mungkin seleraku memang mahal?!

August 24, 2015

Di Kota-mu

Selangkah kau mendekat
Setiaku tercekat
Duhai mega, kau tertinggal dalam khayal
Bahkan senja yang memukau menguap menjadi kau 

August 13, 2015

Teman Lama

Suatu waktu yang lalu, senja bertemu awan biru
Dengan paradigma kekinian, mereka bercengkrama tentang tuhan

July 21, 2015

masalah.

aku tak punya ruang untukmu

yang sudi selalu hampiriku

waktuku sempit

kau tersenyum mencekik

kupeluk kau dalam sakit

March 17, 2015

Sajak Senja

Aku senja-mu
Sedari dulu
Kau pandang lekat--sesaat 

Sebelum malam memikat kau lebih erat.


December 21, 2014

d.r.a.m.a

terkadang hidup terlalu drama
skenarionya tak terduga
terlalu banyak yang ber-improve
tanpa ba-bi-bu
terburu-buru.

hidup itu pilihan-atau memilih?
siapa menanam apa
apa pula yang disemai siapa
meski terkadang

October 04, 2014

Equilibrium

bisakah kau paham arti kembali, tanpa pergi?

bila pergi adalah cara untuk menyadarkanmu tentang kembali, bisakah kau sadar lebih cepat?

karena aku tidak pernah mengenal kembali.

begitu pun kau, bukan?

(cr: kurniawangunadi.tumblr.com)

April 10, 2014

Benang Merah II

Separuh dari akal sehatku berfikir kau...
Ah, aku lupa. Saat memikirkanmu aku merasa kehilangan akal sehatku. Gila? Bukan. Aku bilang "separuh" jadi masih ada sisa akal sehatku yang dengan sadar mengeja namamu.
Sebelum otakku bosan akan senyummu, tatapanmu, tutur katamu, dan segala hal tentang kamu, ada baiknya aku sudahi imaji hari ini.
Tapi...
Hati masih saja tak mau memberikan kerjasama untuk (sejenak) melupakanmu.
Apalagi dibantu airmata tuhan yang menawarkan kesempatan "bersenang-senang dengan kenangan."




****

April 06, 2014

Benang Merah

*di waktu indonesia bagian kamarku, kenangan-kenangan itu seperti mozaik tak beraturan.*
Gelombang udara tak sengaja membiarkan matamu menusuk kedalam retinaku.
Lalu otakku terlalu naif untuk segera memberikan perintah : "berkedip!"
Seperti ada ratusan kupu-kupu liar mengepakkan sayap di perutku, aku mual berlama-lama dalam situasi seperti itu.
-tapi diam-diam aku mengagumi teduh matamu-
Adapula saat jemarimu memiliki energi potensial yang cukup tinggi untuk jatuh tak jauh dari lenganku, atau bahkan tepat diatasnya.
Saat itu terjadi, seperti ada energi panas mengalir dari ujung rambut hingga ujung kakiku, rasanya menggelikan, seperti tersengat listrik bertegangan sangat rendah.
-tapi diam-diam aku menikmati lembut jemarimu-
Itu hanya beberapa kasus yang sering terjadi pada syaraf-syaraf motorik di tubuhku,

March 26, 2014

satu waktu

disebrang sini,
rerupa rasa berkecimpung dalam satu embusan nafas.
disebrang sana,
rerupa paras bergantian dalam satu kedipan mata.
disebrang sini,
kutaruh segala bunyi yang terkunci,
yang tak jarang kuungkap lewat airmata dan doa.
hati...

August 06, 2013

Lantas, Bagaimana?

Yang kutau, waktu aku lagi deket kamu atau setidaknya lamunanku tertuju padamu.
Otakku menghasilkan dopamin yang sekian kali lebih banyak.
Entah bagaimana reaksinya, aku bahagia.
Jantungku berirama lambat-cepat-lambat-cepat.
Mungkin norepinephrin dalam tubuhku bekerja lebih optimal.
Begitupun dengan feromon dan oksitoksin.
Mereka bekerja sama, sampai ada perasaan aneh menggelikan dan tak mampu kutahan.

August 05, 2013

Yang Sangat Kamu




Malam ini alangkah bintang, sayang.
Bukankah aku sudah bilang?
Aku jatuh hati kepada kamu yang sangat kamu.
Ceritakan padaku, lewat matamu yang sayu, pun kamu begitu.

November 18, 2012

Obituary


Dulu aku lihat dari surga sosok pria cukup tampan sedang berbincang dengan gadis manis. Aku fikir mereka sepasang insan yang berusaha menjadi 'Adam dan Hawa'. Tapi semakin daun telingaku melebar, aku dengar kalimat 'tolong sampaikan ini padanya' dan 'baiklah, semoga kalian cepat menikah'.
Hmm, rupanya aku salah telak. Gadis itu bukan 'hawa' nya.
Aku tidak tertarik untuk memerhatikan mereka lagi.
Masih dulu.
Aku masih di nirwana juga. Mataku dimanjakan oleh ratusan pasang mata yang memberi selamat kepada sepasang senyum. Aku ikut tersenyum, padahal aku tak mengenal si empunya senyum itu. Aku hanya pernah melihat mereka. Iya, mereka itu yang dulu aku dengar perbincangannya. Entah mengapa, aku ingin mereka bahagia.




June 30, 2012

Aku, Dara Tak Bersayap


Malam ini kelam.
Aku menyeret langkah, menghela nafas, menjamah buku usang yang biasa menjadi pengaduan. Detak dan detik terdengar tak seirama, memilih ritme sesuai kehendak mereka. Tak ada denting yang lain.
Malam ini sunyi.
Halusinasi mulai bermain, berlarian tak beraturan. Imajinasi mulai berkeliaran, bayang-bayang bergantian sampai pada satu siluet yang begitu menawan, bukan tampan tapi rupawan.


Seperti sirkus yang dihentikan, fikiranku terpaku. Terdiam. Sungguh aku tak hendak mengingatnya malam ini. Tapi malam memang ruang penuh bintang yang menawarkan ketenangan hingga aku merasa aman, nyaman dan terpancing memutar perjalanan.

Perjalanan? Apa pula yang sudah ku jalani?


June 28, 2012

Dari Ungu untuk Biru tanpa Kelabu


Setiap episode yang tuhan tentukan pasti memiliki makna, jika tidak sekarang mungkin esok, lusa atau nanti pasti kau temui makna dibalik kehendaknya.
Begitulah kehidupan.
Memang sudah dirancang, tinggal bagaimana kita membangunnya, menghiasnya hingga menikmati hasilnya.

Teori itu benar-benar nyata, bukan sekedar fatamorgana.
Sekarang, apa kau mengerti?


June 09, 2012

Di Balik Bilik Perbedaan

Senja
Lembayung tipis
Sepi bersuara
Waktu dimana siang membiarkan mentari kembali ke peraduan
Hujan
Gemercik berirama
Dingin yang hangat
Waktu dimana langit membiarkan laut berbagi kepada bumi
Mereka berbeda
Yang satu begitu teratur dan yang satunya tak tentu
Lantas tuhan membencinya?
Tidak, kan?

Hilang


Bulan disaat pagi datang menjemput bumi
Hujan disaat ilahi memintanya tuk berhenti
Kembang disaat musim memintanya tak bersemi
Hilang

Sesuatu yang menghilang tidak begitu berharga ketika kau tidak menyadarinya
Dan kau tau?
Kau berharga dan aku menyadarinya
Maka hati menjadi saksi betapa tidak inginnya aku kehilanganmu sedetik saja
Apa kau menyadarinya?
Tidak!