May 26, 2019

A Little Line

Whoaaaaa, been a long time!

Apakabar nih blog jadulku?! Yang selama ini isinya puisi galau?! 🤷🏽

Well, I think I'm bit lost a sense of poem 😂

Kayaknya, mau beralih ke daily life story aja deh, hahaha.

Ya even my daily routine gitu-gitu aja sih.

Tapi, day after day, there must be something I should tell.
And as for me, the best listener is myself. So, I write to tell. 🤷🏽

November 27, 2017

Semoga-ku

Dalam degup yang gugup
Semoga-ku tak kunjung redup

Dalam pinta tanpa jeda
Semoga-ku tetap sama

Diantara ingin dan takdir
Semoga-ku tiada akhir


Tuhan yang baik memang selalu mendengar setiap bisik
Atau, doaku terlalu berisik? :)



May 07, 2017

Semoga Kamu

Mungkin,
Cermin di kamarku sudah bosan, ditatap lekat tanpa kalimat.
Tapi, aku masih penasaran, kenapa bisa?
Bagian wajahku yang mana, yang membuatmu mau membuang waktu? ➖Menungguku.

Gurat lelah di wajahku seketika tersapu,
Hanya dengan mengingatmu.
Tiap kali ku bisikan namamu dalam doaku,
Pipiku memerah jambu, senyumku merekah kaku.

Akhir-akhir ini, kekata-ku selalu sama.
Semoga Tuhan tak tertawa mendengar doaku yang manja.
Aku tak meminta dengan paksa.
Tapi tetap, semoga kamu.

February 09, 2017

Bittersweet



There must be a better after bitter, darling

Keep waiting -even while thee are dying

Draw a smile in every leaves of thy life

Till thy lips feel in rive

There must be a hurt before heart, darling

Don't be mad, God is meddling

Hold those gold tears

And leave a kiss in a wish

July 29, 2016

Tertusuk Duri Sendiri


Menghitung setiap pinta yang jadi nyata.


Seperti berteriak, menghujat. Lalu terjerat dalam umpat.


Atau lari, sembunyi. Lalu tersesat hingga berkarat.


Atau bahkan hanya diam, bertahan. Lalu menunggu tapi keliru.

June 29, 2016

Purnama Bulan Juni

"Is there something in the sky?" tanya Rey.
Demi melihat kerutkeningnya, aku tersenyum berbisik "Ada yang cantik."

Sedari tadi, aku tak memerhatikan pijakan kakiku, tak mengacuhkan leherku yang mulai terasa kaku, bahkan pria di sampingku kubiarkan menggerutu.


Langitnya cantik. Purnama menggantung sempurna, sesekali sembunyi di balik mega. Tampak meraja di tengah langit yang kebetulan benar-benar gulita. Aku penasaran, apa jadinya jika purnama terjadi di senja hari?

Eh, jangan!

Sepertinya aku faham. Takaran Tuhan dalam membagi keindahan sudah benar adanya. Tepat waktunya. Dan....

"Rey, would you be my dawny?"
"Ha?!" .....

March 01, 2016

Summary February

These fates never seem by my side
Even I try to keep going straight
It was always ended by lost around its wild
And again, I just being dumb hoping everything going right

I barely ever stop asking as a foolish cad
Why should it be so sad?
Why is there something called mad?
Why do I lose of thankfulness for anything I've ever had?

Image result for abstract art
But in the end, my dearest God....

February 15, 2016

Belum Ma(mp)u

 
Akhir-akhir ini langit seringkali tampak cantik. Kalau ada yang bilang menatap langit seperti menatap cermin, aku kurang setuju. Pasalnya, segelap apapun awan di langit, tetap saja tampak menarik. Sementara menatap cermin (?) --- bahkan ketika aku mati-matian melukis paras tetap saja terlihat , emm apa ya?! Eh, kok gak bersyukur.
 
Akhir-akhir ini juga, ada perasaan aneh terselip disetiap lamunanku. Seperti bait-bait sajak penuh metafora. Sulit kuartikan perkata. Sulit kuceritakan pada siapapun termasuk kamu, yang jelas kata pertama sepertinya berarti "aku terlalu takut" ---kehilanganmu.
 
 
Aku mulai faham langkahku sedikit salah arah, mungkin benar-benar salah. Terlebih setelah melihat banyak teman-temanmu berubah begitu baik, ke arah-Nya. Tapi sungguh, muskil sekali berbalik, atau menuju arah yang tepat. Sekali lagi, aku takut. 
 
 
Aku terlalu takut untuk memulai membiasakan hal-hal yang benar. Maksudku, yang seharusnya. Mungkin karena aku terlalu "mem-benarkan" kebiasaan. Atau mungkin aku takut memulainya sendirian. Emmm, jadi.... maksudku.... maukah kamu...?

February 11, 2016

Summary January

 
 
Kala itu, dari sini, akhir januari tampak lembab. Aku terjembab di ujung kalimat :
 
"Bahagiamu mahal sekali, sampai langit harus menangis."
 
Image result for hujan
 
Aku sempat berkerut kening, hingga :
 
Bahkan jika benar-benar mahal, bukankah bahagia itu sederhana?
 
Sederhana, sesuai selera.
 
Lantas, boleh aku berbisik : mungkin seleraku memang mahal?!

October 12, 2015

R.A.S.U.K


Dear 'Teh Risa', saya izin re-type sedikit karya-mu.
I don't even know, kenapa suka banget sama prolog ini...
I do feel every phrases, bahkan mungkin tiap syllable-nya.

Prolog

Dari sekian banyak garis hidup manusia yang Kau gambarkan, mengapa harus garis hidupku yang Kau buat berliku? Mengapa tak Kau buat lurus saja? Mungkin tanganMu tak akan terlalu pegal jika dibandingkan harus membuat garis-garis itu jadi sembarang.

Hidupku begitu semrawut! Aku kerapkali mengutuknya. Kau pasti bosan mendengar hatiku menjerit mencakar setiap relung dalam benak. Mereka bilang Kau pasti mendengarnya. Betul begitu?

September 20, 2015

a.k.s.i.o.m.a

Entah untuk keberapa kalinya...

Duduk sendiri di sisi kiri kursi bis yang sepi. Menerawang seperti mencari sesuatu yang tak pernah Tuhan ciptakan. Menatap kerlip lampu jalanan, bahkan sesekali menangkap sosok yang mungkin hanya ilusi-ku---tapi bukan tak mungkin ia benar-benar ada. Yang ada tak mesti kasat mata, kan? Seperti... pernahkah kau dapati O2 dalam entitas yang nyata?

Tanpa ragu aku membiarkan ia berlarian di labirin imajinasiku. Menuntunnya masuk ke dalam otakku yang tak lelah menyusuri tiap jengkal kenangan. Ah iya, apa hari kemarin sudah termasuk kenangan? Apapun itu, sesuatu yang menyenangkan selalu kusimpan.

Terlebih kemarin malam. Diam-diam mataku tak henti mencuri arti gelagat mereka, berusaha membaca keadaan, tapi tetap larut dalam gelak tawa yang sudah sejak lama tak kudengar. Dengan sedikit terbata, hatiku menerka-nerka “Sebenarnya siapa mereka?”.


*****

Rachel...

September 07, 2015

I z i n k a n - k u M e m a r a h i - M u

Tuhan yang baik, jika aku boleh marah. Izinkan sekali saja. Jangan terlalu banyak. Aku takut tamak. Lagipula tak ada yang perlu aku jadikan amarah.

August 24, 2015

Di Kota-mu

Selangkah kau mendekat
Setiaku tercekat
Duhai mega, kau tertinggal dalam khayal
Bahkan senja yang memukau menguap menjadi kau 

August 13, 2015

Teman Lama

Suatu waktu yang lalu, senja bertemu awan biru
Dengan paradigma kekinian, mereka bercengkrama tentang tuhan

July 21, 2015

masalah.

aku tak punya ruang untukmu

yang sudi selalu hampiriku

waktuku sempit

kau tersenyum mencekik

kupeluk kau dalam sakit

July 06, 2015

Iya.

aku berusaha mengatakannya

mengingat waktumu

begitu terbatas

untukku

March 17, 2015

Sajak Senja

Aku senja-mu
Sedari dulu
Kau pandang lekat--sesaat 

Sebelum malam memikat kau lebih erat.


December 23, 2014

Ulang Tahun

Selamat malam pria paling tampan.

Kabar baik, kan?

Harusnya hari ini ulang tahun ke berapa?

Kalau aku kirim "selamat", sampaikah ke akhirat?

December 21, 2014

Membeku, kaku.

jika aku tak pernah marah
mestinya ada yang salah

jika aku tak pernah menangis
mestinya kau tanya pada gerimis

jika aku selalu rindu
mestinya kau salahkan dirimu


aku selalu marah dalam tangis dan rindu,