June 23, 2014

Penipu


bergeming
menatap lurus sepotong cermin

mengingat tingkahmu
tak kunjung sendu
cemburu
aku selalu biru
menyapa hatimu
merasuk lewat celah matamu
ada yang salah
sedih yang tak kunjung sudah
keluh yang tak kunjung kalah
bunyi yang terkunci dalam sepi

takzim,
ini tak lazim
duhai daku,
ajaibnya lensa matamu
sempurna refleksikan bayangan semu
semua retina tertipu

April 10, 2014

Benang Merah II

Separuh dari akal sehatku berfikir kau...
Ah, aku lupa. Saat memikirkanmu aku merasa kehilangan akal sehatku. Gila? Bukan. Aku bilang "separuh" jadi masih ada sisa akal sehatku yang dengan sadar mengeja namamu.
Sebelum otakku bosan akan senyummu, tatapanmu, tutur katamu, dan segala hal tentang kamu, ada baiknya aku sudahi imaji hari ini.
Tapi...
Hati masih saja tak mau memberikan kerjasama untuk (sejenak) melupakanmu.
Apalagi dibantu airmata tuhan yang menawarkan kesempatan "bersenang-senang dengan kenangan."




****